Mengolah gedebog pisang menjadi produk kriya bernilai, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi perempuan perajin.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia melalui Nota Dinas Nomor 76/D.3.2.UMKM/UM.00/2026 tanggal 7 September 2026 mengusulkan PT Bavanaa Chata Nusantara (Seratnusa) sebagai kandidat ASEAN Inclusive Business Award 2026. Usulan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap model usaha yang mengintegrasikan inklusivitas dan keberlanjutan dalam kegiatan bisnis.

 

Didirikan pada tahun 2022, Seratnusa bergerak di bidang industri kreatif dan kriya berkelanjutan. Seratnusa mengolah limbah organik, khususnya gedebog atau batang pisang, menjadi produk home decor dan aksesori yang dibuat dengan keterampilan tangan. Pendekatan ini membantu mengubah material yang kerap tidak dimanfaatkan menjadi produk kerajinan bernilai jual.

 

Di balik setiap produk, terdapat kontribusi perempuan perajin dari komunitas lokal di Lampung dan Jawa Barat. Seratnusa melibatkan hampir 30 perajin perempuan, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi. Model bisnis ini menempatkan pemberdayaan komunitas sebagai bagian penting dari proses produksi dan pertumbuhan usaha.

 

Komitmen Seratnusa terhadap ekonomi sirkular juga diwujudkan melalui pemanfaatan limbah dan kerja sama dengan Bank Sampah. Berdasarkan nota dinas tersebut, Seratnusa telah menjual lebih dari 500 produk home decor dan 150 aksesori, serta mengolah hampir 15.000 batang gedebog pisang menjadi produk kerajinan bernilai jual.

 

Usulan sebagai kandidat ASEAN Inclusive Business Award 2026 menjadi dorongan bagi Seratnusa untuk terus berinovasi, memperkuat dampak sosial dan lingkungan, serta memperluas peluang pasar. Seratnusa percaya bahwa bisnis dapat tumbuh dengan menciptakan nilai bagi manusia dan alam—dimulai dari potensi lokal, keterampilan perempuan, dan pemanfaatan sumber daya yang lebih bertanggung jawab.

 

“Kami percaya bahwa limbah bisa menjadi peluang, bahwa perempuan bisa menjadi penggerak perubahan, dan bahwa bisnis dapat tumbuh bersama alam dan masyarakat.”

— Gita Noerwardhani | Founder & CEO Seratnusa

 

Terlampir dokumen nota dinas:
20260907143308ND Asdep Ke Sesdep_Usulan Kandidat ASEAN Inclusive Business Award 2026_CnFK5KConk