Women Ecopreneurs Market Day Perkuat Peran Perempuan dalam Bisnis Berkelanjutan

Semangat kewirausahaan berbasis keberlanjutan dari komunitas perempuan akar rumput terlihat dalam gelaran Women Ecopreneurs Market Day yang diselenggarakan di Sudamala Resort pada 9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkenalkan produk ramah lingkungan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

 

Acara tersebut merupakan bagian dari program Women Ecopreneurs Lab yang diinisiasi oleh Women’s Earth Alliance bersama Pratisara Bumi Foundation guna mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan milik perempuan.

 

Sejak 2025, peserta dari berbagai wilayah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah mendapatkan pendampingan untuk memperkuat model bisnis yang berorientasi pada dampak sosial dan lingkungan.

 

Women Ecopreneurs Market Day menghadirkan 20 stan eco-market yang menampilkan beragam produk berbasis keberlanjutan, mulai dari produk hasil daur ulang, tekstil dengan pewarna alami, olahan hasil pertanian lokal, hingga kerajinan tangan berbasis pemberdayaan perempuan. Selain pameran produk, acara juga diramaikan dengan presentasi bisnis, lokakarya interaktif, sesi networking, hingga pertunjukan musik.

 

Salah satu peserta yang turut berpartisipasi adalah Seratnusa yang didirikan oleh Gita Noerwardhani. Usaha ini dikenal mengembangkan produk kerajinan berbasis limbah organik sekaligus memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan.

 

Aktivitas Seratnusa sendiri dilakukan di wilayah Garut, Jawa Barat, serta Lampung dengan memanfaatkan limbah gedebog pisang menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

 

Melalui pendekatan tersebut, Seratnusa tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan limbah organik, tetapi juga menciptakan peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat lokal dan komunitas bank sampah.

 

Gita menyampaikan bahwa keikutsertaan Seratnusa dalam kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan produk lokal berbasis lingkungan kepada audiens yang lebih luas.

 

Menurutnya, limbah organik seperti gedebog pisang memiliki potensi ekonomi yang tinggi apabila diolah secara kreatif. Selain itu, ia menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan, agar memiliki sumber penghasilan tambahan melalui kegiatan usaha berkelanjutan.

 

Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas Seratnusa di Garut dan Lampung tidak hanya berfokus pada produksi kerajinan, tetapi juga mencakup edukasi pengelolaan limbah dan penguatan ekonomi komunitas.

 

Bagi Gita, kolaborasi antar perempuan pelaku usaha dalam forum seperti Women Ecopreneurs Market Day menjadi ruang penting untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring bisnis berkelanjutan.

 

Ia berharap produk-produk lokal ramah lingkungan dari berbagai daerah dapat semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar.

 

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mendorong pola produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab serta menunjukkan semakin besarnya kontribusi perempuan dalam membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial dan lingkungan.

 

Sumber Artikel berjudul ” Women Ecopreneurs Market Day Jadi Ruang Tumbuh Bisnis Ramah Lingkungan Perempuan Indonesia “, selengkapnya dengan link: https://garut.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-5210200512/women-ecopreneurs-market-day-jadi-ruang-tumbuh-bisnis-ramah-lingkungan-perempuan-indonesia